Sejak Permenperin No. 22/2020 dan diperkuat Permenperin No. 9/2024 untuk produk ICT, sertifikasi TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) menjadi tulang punggung kebijakan industri Indonesia. Untuk 2026, pemerintah memperluas insentif dan menaikkan threshold — yang berarti perubahan strategis bagi semua manufaktur asing.

Apa yang Berubah di 2026?

Tiga perubahan utama yang harus dipahami PMA:

  • Preferensi harga 25% di tender pemerintah untuk produk dengan TKDN+BMP gabungan ≥40%
  • Tender BUMN strategis (Pertamina, PLN) menaikkan threshold minimum TKDN
  • Insentif pajak (super deduction R&D, tax holiday) terkait dengan capaian TKDN

Implikasi kunci: untuk perusahaan yang mampu mencapai TKDN tinggi, peluang akses tender pemerintah menjadi sangat besar. Untuk yang tidak siap, akses tender berisiko tertutup.

Bagaimana Cara Menghitung TKDN?

Nilai TKDN dihitung dari empat komponen utama:

  • Material: persentase nilai bahan baku dari sumber dalam negeri
  • Tenaga kerja: share WNI vs TKA di proses produksi
  • Alat kerja: mesin & peralatan dari produsen Indonesia
  • Biaya tidak langsung: overhead yang dikeluarkan di Indonesia

Untuk produk otomotif standar, TKDN tipikal: 35-50%. Untuk ICT (smartphone, perangkat IT): 30-40% dengan formula khusus per Permenperin 9/2024. Smelter dan industri berat bisa mencapai 60-80% setelah lokalisasi mature.

Layanan TKDN & BMP

Optimisasi Nilai TKDN untuk Akses Tender BUMN

FULI mendampingi sertifikasi TKDN dari analisis BOM, audit verifikator independen, hingga rilis sertifikat resmi. Kami juga rancang strategi optimisasi multi-tahun untuk meningkatkan TKDN secara progresif.

Strategi Optimisasi Multi-Tahun

Bagi PMA Tiongkok yang baru memulai operasional di Indonesia, mencapai TKDN tinggi langsung sulit — supply chain belum lokalized. Strategi yang kami rekomendasikan:

Tahun 1: TKDN dasar 25-30% dengan substitusi material yang volume-tinggi

Tahun 2-3: TKDN 35-45% dengan lokalisasi alat kerja dan peningkatan share WNI

Tahun 4+: TKDN 50%+ dengan supplier development program lokal

Roadmap ini paralel dengan strategi BMP (Bobot Manfaat Perusahaan) — nilai tambahan yang diberikan kepada perusahaan yang berkontribusi pada perekonomian (kepatuhan lingkungan, pemberdayaan UMKM, dll).

Risiko Tanpa Strategi TKDN

Konsekuensi kongkret tanpa strategi TKDN yang tepat:

  • Tidak bisa ikut tender mayor — produk Pertamina, PLN, Telkom dengan TKDN-required tertutup
  • Harga jual harus lebih murah — kompetitor dengan TKDN tinggi punya preferensi 25%, untuk menyaingi Anda harus diskon
  • Risiko self-claim TKDN — mengaku TKDN tanpa sertifikat resmi adalah pelanggaran serius

Kesimpulan: First-Mover Advantage

Bagi PMA yang siap dengan TKDN tinggi sebelum 2027, peluang dominasi tender BUMN sangat besar. Kompetitor yang lambat akan kehilangan akses untuk 2-3 tahun. First-mover advantage di kebijakan TKDN sama besarnya seperti di first-mover digital.

Mulai Strategi TKDN Sekarang

Konsultasi awal gratis untuk evaluasi potensi TKDN produk Anda dan rancangan roadmap multi-tahun.

Konsultasi TKDN Strategy →