Pasar pengadaan publik Indonesia bernilai Rp 1.200+ triliun per tahun. Akses ke pasar ini sangat berarti bagi PMA — tetapi pintu masuknya semakin sempit. Tender BUMN strategis kini mensyaratkan TKDN minimum 40% atau bahkan lebih tinggi.

BUMN yang Menaikkan Threshold

  • Pertamina: tender alat hulu migas wajib TKDN minimum 30-50% sesuai kategori
  • PLN: trafo, panel distribusi, dan komponen kelistrikan minimum 40%
  • BUMN Karya: material konstruksi proyek pemerintah minimum 35%
  • Telkom & Telkomsel: perangkat ICT mengikuti Permenperin 9/2024 minimum 35%
  • Pelindo: equipment pelabuhan minimum 40%

Insentif Preferensi Harga 25%

Berdasarkan Perpres No. 16/2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, produk dengan TKDN+BMP gabungan ≥40% mendapat preferensi harga 25%. Artinya: bahkan jika harga produk asing lebih rendah, tender tetap dimenangkan oleh produk dengan TKDN tinggi karena formula evaluasi memberi advantage.

Layanan TKDN & BMP

Strategi Tender BUMN: TKDN + BMP Optimal

FULI mendampingi PMA dari sertifikasi TKDN hingga listing di e-katalog LKPP. Kami juga rancang strategi BMP untuk maksimalisasi nilai gabungan dan akses tender BUMN.

Implikasi bagi PMA & Importir

Untuk PMA Manufaktur: investasi pada lokalisasi sekarang bukan opsi — ini prasyarat akses pasar. Tahun 1 mungkin TKDN 30%, tahun 2-3 perlu naik ke 40%+ untuk tetap competitive.

Untuk Importir: pure import tanpa konten lokal akan kesulitan masuk tender BUMN besar. Strategi pivot: setup local assembly, partnership dengan manufaktur lokal, atau lokalisasi packaging/labeling minimum.

Untuk Distributor: bundling dengan after-sales service di Indonesia bisa meningkatkan komponen TKDN melalui jasa.

Strategi Sukses: 3 Pola

Pola 1: Greenfield manufacturing. Bangun pabrik di Indonesia dari nol — TKDN 50%+ achievable dalam 2-3 tahun. Biaya tinggi tetapi access pasar maksimal.

Pola 2: Joint manufacturing dengan partner lokal. Asing kontribusi teknologi, lokal kontribusi fasilitas + tenaga kerja. TKDN 35-45% dalam 12-18 bulan.

Pola 3: Phased localization. Mulai dengan final assembly di Indonesia (TKDN 25-30%), naikkan progresif setiap 18-24 bulan.

Risiko Strategis

Bagi importir murni yang tidak mempersiapkan strategi TKDN dalam 12-24 bulan ke depan, risiko: market share tergerus oleh kompetitor dengan TKDN tinggi, kehilangan akses tender pemerintah/BUMN secara permanen, dan exposure pada perubahan regulasi yang lebih ketat.

Mulai Strategi TKDN untuk Akses Tender

Konsultasi awal gratis untuk evaluasi posisi kompetitif Anda dan rancangan roadmap TKDN multi-tahun.

Konsultasi Strategi TKDN →