Indonesia mengadopsi standar Good Manufacturing Practice (GMP) yang kompatibel dengan WHO/PIC-S, tetapi dengan terminologi lokal yang spesifik. Tiga sertifikat GMP yang harus dikuasai PMA di sektor consumer health:
CPOB — Cara Pembuatan Obat yang Baik
Untuk: manufaktur obat (resep, OTC, generik)
Dasar hukum: PerBPOM No. 34/2018 (terbaru)
Standar paling ketat. Mencakup desain fasilitas, sistem mutu, dokumentasi batch, qualification & validation, equipment calibration, training personnel. Audit BPOM bisa multi-day dengan inspector tim.
CPOTB — Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik
Untuk: manufaktur jamu, herbal, suplemen tradisional
Dasar hukum: PerBPOM No. 13/2014
Standar moderat — lebih rendah dari CPOB tetapi tetap rigorous. Fokus pada material handling, ekstraksi, dan kontrol kualitas bahan herbal yang variabilitas alaminya tinggi.
CPKB — Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik
Untuk: manufaktur kosmetik (skincare, makeup, hair care)
Dasar hukum: PerBPOM No. 16/2022
Standar moderat dengan fokus pada cross-contamination prevention, microbial control, dan stabilitas formula. Audit lebih cepat dari CPOB tetapi tetap technical.
Persiapan Audit CPOB/CPOTB/CPKB
FULI mendampingi PMA dari design fasilitas, gap analysis, sampai pre-audit BPOM. Kami juga koordinasi dengan tim engineering untuk facility upgrade jika diperlukan.
Persyaratan Fasilitas Umum
- Layout & flow: single-direction flow material → produksi → packaging → gudang
- Cleanroom: kelas A/B/C/D sesuai produk; HVAC dengan HEPA filter
- Water system: Purified Water atau Water for Injection sesuai kategori
- Documentation: SOPs, batch records, validation protocols
- Personnel: training program, hygiene control, qualified person
Strategi untuk PMA Tiongkok
Strategi 1: Greenfield dengan GMP-first design. Bangun pabrik dari nol dengan layout & spesifikasi yang sudah meet CPOB/CPKB sejak design phase. Investasi awal lebih tinggi tetapi audit relatif lancar.
Strategi 2: Brownfield retrofit. Akuisisi pabrik existing dan upgrade ke standar GMP. Cepat untuk speed-to-market, tetapi cost retrofit bisa significant.
Strategi 3: Contract manufacturing dengan licensee Indonesia. Outsource manufaktur ke pabrik Indonesia yang sudah CPOB/CPKB-certified. Cocok untuk start-up atau brand baru.
Risiko Audit Gagal
Konsekuensi nyata jika gagal audit BPOM:
- Produk tidak boleh diproduksi & dijual
- Investasi pabrik miliaran rupiah idle hingga remediation selesai
- Reaudit dengan biaya tambahan + delay 3-6 bulan
- Reputasi rusak jika audit gagal di public
Konsultasi Persiapan Audit BPOM Anda
Konsultasi awal gratis untuk gap analysis fasilitas dan rancangan roadmap CPOB/CPKB compliance.
Konsultasi GMP →