Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) adalah kode 5-digit yang mengklasifikasi setiap aktivitas bisnis. Bagi PMA, KBLI bukan sekadar formalitas — ia menentukan pembatasan kepemilikan asing, kewajiban modal disetor, persyaratan partner lokal, dan akses tender pemerintah. Panduan ini membantu Anda memilih dengan tepat dari awal.

Tiga Kategori KBLI di Bawah Perpres 10/2021

Setiap KBLI masuk salah satu dari tiga kategori berdasarkan Perpres No. 10/2021 jo. No. 49/2021:

  • Terbuka: 100% kepemilikan asing diperbolehkan tanpa syarat khusus
  • Bersyarat: Boleh untuk PMA tetapi dengan pembatasan (max kepemilikan asing, kewajiban kemitraan UMKM, dll)
  • Tertutup: Tidak boleh untuk PMA sama sekali (sektor strategis pertahanan, narkotika, dll)

KBLI Manufaktur Strategis 2026

Manufaktur Industri Berat & Smelter

KBLI 24202 (Smelter Besi/Baja), 24201 (Logam Dasar Mulia) — umumnya 100% terbuka untuk PMA dengan kewajiban Industri Strategis. Threshold modal Rp 10 miliar+ per KBLI per lokasi.

Otomotif & Komponen

KBLI 29100 (Industri Kendaraan Bermotor) — terbuka untuk PMA. Komponen otomotif (KBLI 29300) juga terbuka. Catatan strategis: kombinasi dengan TKDN tinggi memberi akses tender pemerintah & BUMN signifikan.

Elektronik & ICT

KBLI 26 (Computer, Electronic, Optical Products) — sebagian besar terbuka. Untuk smartphone & perangkat IT, Permenperin 9/2024 mengatur threshold TKDN khusus.

Pangan & Minuman (F&B)

KBLI 10-11 — terbuka untuk PMA tetapi wajib Halal sejak Oktober 2024. Beberapa sub-kategori bersyarat partner lokal.

Kosmetik & Farmasi

KBLI 20 (Kimia & Produk Kimia) terbuka. Kosmetik wajib BPOM + Halal Tahap II 2026. Farmasi punya pembatasan khusus untuk obat keras.

Layanan PT PMA + Strategic Advisory

KBLI Mapping Sebelum Komit Modal

FULI Strategic Advisory melakukan KBLI mapping mendalam sebelum pendirian PT PMA — analisis 3-5 alternatif, evaluasi pembatasan, dan rekomendasi struktur optimal. Investasi konsultasi kecil mencegah kerugian miliaran dari restruktur.

5 Pertimbangan Memilih KBLI

1. Aktivitas inti bisnis: KBLI harus mencerminkan aktivitas pendapatan utama, bukan aktivitas pelengkap.

2. Multi-KBLI strategy: Bisa register multiple KBLI dalam 1 PT PMA, tetapi setiap KBLI menambah threshold modal. Pilih hanya yang strategis.

3. Tender access: Untuk akses tender BUMN, beberapa KBLI lebih kondusif untuk dapat sertifikat TKDN tinggi.

4. Kemitraan UMKM: Beberapa KBLI bersyarat mensyaratkan kemitraan dengan UMKM dengan nilai investasi tertentu — ini biaya operasional tambahan.

5. Future expansion: Pilih KBLI yang memungkinkan ekspansi ke aktivitas terkait di masa depan tanpa perlu re-register PT.

Kesalahan KBLI Paling Umum

Dari 50+ proyek China-Indonesia yang kami tangani, tiga kesalahan KBLI paling umum: (1) memilih kode yang "mirip" tanpa cek detail klasifikasi, (2) tidak menyadari KBLI bersyarat partner lokal, (3) tidak mempertimbangkan implikasi TKDN/SNI di KBLI tersebut.

Mulai dengan KBLI Mapping yang Tepat

Konsultasi awal gratis 30 menit untuk evaluasi KBLI optimal sesuai rencana bisnis Anda.

Konsultasi KBLI →